Grup ransomware Anubis mencantumkan Fairlife, anak usaha produk susu milik Coca-Cola, di situs kebocorannya pada 20 Juli 2026. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah perusahaan induk melaporkan insiden awal kepada SEC.
Coca-Cola mengungkap insiden tersebut pada 16 Juli melalui pengajuan Form 8-K, mengonfirmasi bahwa penyerang berhasil mencapai sebagian lingkungan produksi Fairlife dan memaksa penghentian sementara produksi di AS.
Kasus ini menunjukkan bahwa ransomware kini mampu melumpuhkan operasi fisik, bukan hanya data. Backup yang andal dan segmentasi jaringan menjadi pertahanan yang krusial.